Sheila
On 7 (So7) mencoba lagi peruntungan mereka dalam industri musik
Indonesia. Dalam album baru mereka ini, Menentukan Arah, Duta (vokal),
Eross (gitar), Adam (bas), dan Brian (drum) berusaha kembali ke akar
mereka dengan memakai pola musik yang serupa dengan album-album laris
mereka terdahulu.
Untuk sound, agaknya mereka mengambil model yang mereka terapkan untuk album 07 Des. Begitu pula dengan aransemen lagu-lagunya.
Album
yang dirilis akhir Oktober lalu ini berisi 10 lagu. Single Betapa, yang
sudah diperdengarkan lewat radio-radio dan dijual sebagai RBT tiga
bulan sebelum album ini dirilis, membawa angin segar. Lagu yang
catchy--dengan aransemen simple dan lirik tentang patah hati--sekaligus
berbobot itu memiliki kekuatan untuk menaklukkan telinga para penggemar
musik pop Indonesia. Lagu tersebut juga tak terkesan cheesy dengan
aransemen sedikit up-beat yang ditingkahi permainan drum-loop.
Yang
Terlewatkan menjadi single kedua album ini. Dari melodi, lirik, dan
aransemennya, lagu itu bertipe lagu yang jadi favorit para penyuka musik
pop Tanah Air. Tapi, meskipun mellow, lagu tersebut tidak menghadirkan
kesan Melayu yang mendayu-dayu, yang kini ada pada mulai banyak hit
Indonesia. Dalam lagu itu Eross murni memainkan gitar akustik minus
distorsi dan Adam menggunakan bas fretless untuk memperkuat kesan
balada.
Lagu Mudah Saja tampaknya berpotensi untuk menjadi hit
selanjutnya So7. Lagu balada tersebut terdengar mengalir dan tulus,
tanpa ada sesuatu yang dipaksakan. Dalam lagu itu Duta sedikit
memasukkan gaya bernyanyi yang bluesy. Sementara itu, lagu Arah menjadi
istimewa bagi Adam, karena untuk pertama kalinya ia memainkan line bas
beraroma swing.
Dengan lagu Lia Lia Lia, So7 menunjukkan
kemampuan mereka mencipta dan memainkan pop-teaterikal, yang rada rumit,
sehingga tetap terdengar simple dan mudah dicerna.
Alasanku
menjadi lagu paling hening di album ini. Hanya berbekal petikan gitar
akustik dan sedikit hiasan orkestra string, Eross dan Duta berusaha
untuk mencipta suasana yang mengaduk-aduk perasaan hati. Usaha mereka
itu berhasil.
Duta bermain di nada-nada tinggi pada Segalanya.
Lagu tersebut dipersembahkan untuk Sheilagank, sebutan untuk para
penggemar fanatik So7.
Sampai Kapan, di penutup, menjadi lagu
terkeras dalam album ini. Tapi, asal tahu saja, tak sekeras Sahabat
Sejati, Karena Aku Setia atau Pejantan Tangguh, yang ada dalam
album-album terdaulu mereka.
Album Menentukan Arah ini boleh
dibilang berhasil memadukan antara kualitas dengan komersialitas. Mudah
dicerna, nyaman didengar, sekaligus tetap bisa dipertanggungjawabkan
dari segi kualitasnya.
Jika momentumnya tepat, bukan tidak
mungkin So7 akan menjual album ini hingga menembus angka 500.000 keping
lebih. Namun, tipis kemungkinan untuk mengulang angka sejuta copy atau
lebih, yang pernah mereka capai dengan beberapa album mereka sebelumnya,
mengacu ke kondisi pasar dan industri musik Indonesia sekarang. sumber ; http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000001068663
Tidak ada komentar:
Posting Komentar