![]() |
Sheila On 7 membawa kita naik dan turun layaknya berlayar di lautan. Menyenangkan, tanpa perlu ketakutan mabuk laut.
Nomor pembuka Have Fun adalah pembangkit energi yang baik. Ibarat mesin, lagu ini adalah pemanasnya agar mesin berjalan optimal. Meski judulnya menggunakan bahasa Inggris, namun lagu yang liriknya ditulis oleh bassis Adam Muhammad Subarkah ini tak lantas terlihat norak seperti beberapa musisi jaman sekarang yang mencampuradukkan bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia, yang ingin keren tapi malah terlihat wagu. Sebuah lagu yang cocok bagi para pekerja yang resah jika Senin di depan mata dan sumringah jika Jum’at tiba. “Senin sampai Jum’at berlari. Kejar mimpi niat terpatri…Memang dompet ini harus diisi, tapi malam ini ku akan pergi”. Bukankah kita mesti merayakan apa yang kita dapat dengan Have Fun bukan ? :D
Sebagai band yang terbilang senior di industri musik Indonesia, Sheila On 7 mengajarkan bagaimana kegagalan tak harus diratapi dengan tangisan. Dibuka dengan sayatan gitar Eross, lagu Pasti Ku Bisa yang digadang-gadang menjadi 2nd hit di album ketujuh band asal Jogjakarta ini potensial menjadi obat pelipur lara. “Cepat bangkit dan berfikir semua tak berakhir disini…”
Favorit saya adalah Hujan Turun. Lagu ini masih membawa signature sound ala Sheila On 7 yang sederhana dan rancak, namun Eross Candra yang bertanggung jawab di departemen gitar dan permainan Brian Kresno Putro di urusan per-drum-an membuatnya terlihat lebih gagah dan dewasa. Riff-riff gitar Eross yang sebelumnya terlihat malu-malu di album Menentukan Arah terlihat menyalak kembali. Hal serupa juga terlihat di lagu Bait Pertama. Ketika beberapa saat lalu saya mewawancarai gitaris yang beberapa waktu lalu masuk 36 Indonesian Guitar Heroes versi Rolling Stone Indonesia, di album ini Sheila On 7 memang mencoba untuk lebih upbeat dan rock n roll dibanding album Menentukan Arah yang aransemennya lebih santai.
Jangan buru-buru takut Sheila On 7 kehilangan benang merah musiknya. Pemegang predikat one million copies band ini menyisipkan nomor Hari Bersamanya yang sebelumnya sudah menjadi heavy rotation agar Sheila Gank tidak kaget.
Namun lagu yang sebetulnya menyentuh sisi personil saya adalah On The Phone. Pacar saya yang pertama kali paham maksud dari lagu yang liriknya ditulis oleh vokalis Akhdiyat Duta Modjo ini. Dia lalu buru-buru menyodorkan pada saya. Lagu ini adalah rangkuman masa-masa PDKT kami yang amat sangat mengandalkan kecanggihan teknologi temuan Alexander Graham Bell. “And suddenly the phone rang. It was you and me. We spoke and laughed. Yeah we had so much fun on the line. It’s unforgettable and memorable…” :D
Selain deretan lagunya yang berpotensi mengisi chart di radio dan televisi, album yang pengerjaannya sempat tertunda karena erupsi Merapi ini juga menarik perhatian lewat desain cover albumnya. Otak kreatifnya adalah Wok The Rock. Juragan netlabel Yesnowave dan salah satu penggagas album monumental Jogja Istimewa 2010 ini menghadirkan romantisme seni kruistik dalam album rilisan Sony Music Entertainment Indonesia ini. Sebuah kartu pos untuk dikirimkan kepada “yang terkasih” tak lupa disisipkan. Segeralah ikut berlayar dalam lautan nada yang dihadirkan lewat sembilan lagu dan satu bonus track ini.
“Berlayar”
Sheila On 7
Sony Music Entertainment Indonesia
Have Fun
Pasti Ku Bisa
Hujan Turun
On The Phone
Hari Bersamanya
Berlayar Denganku
Perfect Time
Kamus Hidupku (Demo Version)
Bait Pertama
Hari Bersamanya (Accoustic Version)
Harga: Rp. 40.000
Nomor pembuka Have Fun adalah pembangkit energi yang baik. Ibarat mesin, lagu ini adalah pemanasnya agar mesin berjalan optimal. Meski judulnya menggunakan bahasa Inggris, namun lagu yang liriknya ditulis oleh bassis Adam Muhammad Subarkah ini tak lantas terlihat norak seperti beberapa musisi jaman sekarang yang mencampuradukkan bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia, yang ingin keren tapi malah terlihat wagu. Sebuah lagu yang cocok bagi para pekerja yang resah jika Senin di depan mata dan sumringah jika Jum’at tiba. “Senin sampai Jum’at berlari. Kejar mimpi niat terpatri…Memang dompet ini harus diisi, tapi malam ini ku akan pergi”. Bukankah kita mesti merayakan apa yang kita dapat dengan Have Fun bukan ? :D
Sebagai band yang terbilang senior di industri musik Indonesia, Sheila On 7 mengajarkan bagaimana kegagalan tak harus diratapi dengan tangisan. Dibuka dengan sayatan gitar Eross, lagu Pasti Ku Bisa yang digadang-gadang menjadi 2nd hit di album ketujuh band asal Jogjakarta ini potensial menjadi obat pelipur lara. “Cepat bangkit dan berfikir semua tak berakhir disini…”
Favorit saya adalah Hujan Turun. Lagu ini masih membawa signature sound ala Sheila On 7 yang sederhana dan rancak, namun Eross Candra yang bertanggung jawab di departemen gitar dan permainan Brian Kresno Putro di urusan per-drum-an membuatnya terlihat lebih gagah dan dewasa. Riff-riff gitar Eross yang sebelumnya terlihat malu-malu di album Menentukan Arah terlihat menyalak kembali. Hal serupa juga terlihat di lagu Bait Pertama. Ketika beberapa saat lalu saya mewawancarai gitaris yang beberapa waktu lalu masuk 36 Indonesian Guitar Heroes versi Rolling Stone Indonesia, di album ini Sheila On 7 memang mencoba untuk lebih upbeat dan rock n roll dibanding album Menentukan Arah yang aransemennya lebih santai.
Jangan buru-buru takut Sheila On 7 kehilangan benang merah musiknya. Pemegang predikat one million copies band ini menyisipkan nomor Hari Bersamanya yang sebelumnya sudah menjadi heavy rotation agar Sheila Gank tidak kaget.
Namun lagu yang sebetulnya menyentuh sisi personil saya adalah On The Phone. Pacar saya yang pertama kali paham maksud dari lagu yang liriknya ditulis oleh vokalis Akhdiyat Duta Modjo ini. Dia lalu buru-buru menyodorkan pada saya. Lagu ini adalah rangkuman masa-masa PDKT kami yang amat sangat mengandalkan kecanggihan teknologi temuan Alexander Graham Bell. “And suddenly the phone rang. It was you and me. We spoke and laughed. Yeah we had so much fun on the line. It’s unforgettable and memorable…” :D
Selain deretan lagunya yang berpotensi mengisi chart di radio dan televisi, album yang pengerjaannya sempat tertunda karena erupsi Merapi ini juga menarik perhatian lewat desain cover albumnya. Otak kreatifnya adalah Wok The Rock. Juragan netlabel Yesnowave dan salah satu penggagas album monumental Jogja Istimewa 2010 ini menghadirkan romantisme seni kruistik dalam album rilisan Sony Music Entertainment Indonesia ini. Sebuah kartu pos untuk dikirimkan kepada “yang terkasih” tak lupa disisipkan. Segeralah ikut berlayar dalam lautan nada yang dihadirkan lewat sembilan lagu dan satu bonus track ini.
“Berlayar”
Sheila On 7
Sony Music Entertainment Indonesia
Have Fun
Pasti Ku Bisa
Hujan Turun
On The Phone
Hari Bersamanya
Berlayar Denganku
Perfect Time
Kamus Hidupku (Demo Version)
Bait Pertama
Hari Bersamanya (Accoustic Version)
Harga: Rp. 40.000

Tidak ada komentar:
Posting Komentar